The Star Always Shining....Forever....

ketika harapan tak lagi sesuai dengan kenyataan, berhusnudzon lah hanya kepada Allah SWT
karena hanya Sang Maha besar yang mengetahui rencana indah buat hamba-hambaNYA

Rabu, 16 Maret 2011

Belajar Memahami Partner Hidupmu


Sedalam-dalamnya jurang yang curam, masih jauh lebih dalam hati seseorang. Segelap-gelapnya dunia tanpa cahaya, masih lebih gelap hati seseorang yang tertutup. Tidak heran kita sesama manusia sulit sekali dalam menelusuri jejak hati dan jalan pemikiran seseorang. Butuh waktu yang lama dan hati yang dewasa dalam memahaminya. Namun, ego manusia kadang tak mau kalah. Punya keinginan untuk menjadi manusia yang mengerti dalam segala situasi, namun ego selalu memberikan respon yang lain. Begitu sulit untuk menyinkronkan apa yang ada dalam logika dan apa yang dirasa. Begitu mudah untuk berpikir dan berniat untuk menjadi orang yang pengertian terhadap orang lain, tapi tidak semudah jika kita melakukannya.
Perasaan cinta merupakan nikmat yang diberikan Allah S.W.T. Setiap manusia pasti mempunyai perasaan cinta itu. Ketika seseorang mencapai masa dewasa dan pubernya, dia pasti mempunyai saat –saat dimana dia akan tertarik terhadap lawan jenis. Itu merupakan hal yang fitrah buat seorang manusia sebagai makhluk social. Cinta tidak mengenal kekurangan dan kelebihan. Cinta datang dengan sendirinya, baik itu disengaja maupun tidak disengaja. Cinta yang disengaja seperti pepatah orang jawa “ Witing Tresno Jalaran Soko Kulino”.
Ketika seseorang mulai jatuh cinta dengan orang lain, ada rasa dia ingin dimanja dan diperhatikan. Saling pengertian dan memahami perasaan masing-masing sangat diperlukan dalam suatu hubungan yang dijalin atas dasar rasa sayang. Hal ini ditujukan agar masing-masing dapat saling menghargai. Ada rasa saling memiliki meskipun belum halal dalam suatu ikatan menunjukkan perasaan terbuka diantara mereka. Banyak hal mendukung demi kelancaran hubungan mereka diantaranya :
1.       Komunikasi yang terbuka.
2.       Pintar-pintar dalam menjaga kata dalam berbicara.
3.       Tata hati sebaik mungkin.
4.       Jangan ikut marah ketika dia marah.
5.       Minta maaf jika melakukan kesalahan meskipun hanya sekedar salah paham.
6.       Jangan pernah menganggap rendah pasangan.
7.       Berusaha menjadi pendingin ketika dia panas.
Langkah-langkah di atas merupakan langkah dasar ketika kita mau dan ingin belajar dalam memahami pasangan kita. Kedewasaan merupakan factor utama yang diutamakan jika 7 hal di atas ingin dapat terlaksana dengan lancar. Berusahalah menjadi seseorang yang lupa akan marah, ngambeg dan segala sifat kekanak-kanakkan karena ketika kita bias mengontrol diri sendiri, kita akan dapat mengontrol orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar